Renungan IdulFitri

Oktober 3, 2008 § 13 Komentar

Suasana lebaran masih terasa di sana sini, masih byk orang berlalu lalang bersilaturrahmi untuk bermaaf-maafan, suara petasan menyambut hari yang Fitri masih jelas terdengar di langit cerah tepat di atas rumah. Tapi “mungkin” ada yg terlupakan oleh kita pada saat Takbir berkumandang di seluruh masjid, bahwa masih ada orang² yg tidak bisa menikmati indahnya hari nan Fitri ini, waktunya berkumpul dengan keluargapun masih di gunakannya untuk mengais rizqy demi lebaran anak dan istrinya dirumah. Malam takbir itu kebetulan kusempatkan keluar rumah untuk Takbir keliling dengan kawan², tidak sampe 2 jam kaki sudah pegal dan suarapun sdh serak, apalgi cacing² perutku sudah minta makan. Pukul 12 malam jam ditanganku menunjukan, tidak berapa lama melintaslah penjual nasi goreng di depan kami berhenti:mrgreen: . Kami memesan beberapa piring, sambil menunggu pesanan kami yg sedang di proses, saya putuskan untuk bertanya jawab dg si penjual…(namanya pak Amad 48thn dari purworejo) Diantaranya pertanyaan itu menanyakan knp malam takbir begini masih tetap berjualan?? dan bukanya mudik untuk berkumpul dg keluarganya?? Pak Amad berkata :” Sebenarnya keinginan utk pulang sangat besar, kerinduan terhadap keluarganya pun sangat kuat..tapi apa dikata Alloh berkehendak lain. Uang yg di kumpulkannnya hanya cukup untuk beli baju ke 5 anaknya yg masih kecil serta kebutuhan lebaran istrinya di kampung, jadi ongkos untuk pulang sudah tidak punya” Mungkin hati Pak Amad menjerit dan menangis dengan terpaksa melewatkan Idul Fitri sendirian di tanah rantau (Sungguh betapa sulitnya hidup di negeri ini). Berbahagia & bersyukurlah kita yg bisa menikmati lebaran bersama keluarga tercinta dengan khusyuk. Mungkin masih ada banyak pak Amad² lain di negeri ini.. dan masih banyak orang² yg tidak seberuntung kita…

Disisi lain masih ada juga yg tidak kita sadari yaitu para Aparat (Polisi, TNI dan Pihak lain) yg mengamankan jalannya Idul Fitri dari acara pengamanan arus Mudik, pengamanan Takbir keliling dan pengamanan arus balik. Disaat keluarga lain bersuka cita menyambut datangnya hari kemenangan para aparat ini sibuk dengan tanggung jawabnya. Demi sebuah kelancaran Idul Fitri ini, mereka “rela dan ikhlas” meninggalkan keluarga untuk merayakan lebaran di medan tugas. Terimakasih atas dedikasimu mengamankan perjalanan kami yang ingin merayakan lebaran di kampung halaman dengan lancar nyaman dan selamat sampe tujuan, salut atas jasa²mu walopun masih banyak kekurangan disana sini 😆 .

Tragis lagi pada saat malam takbiran, sungguh sangat memprihatinkan dan sedih melihat segerombolan anak² muda yg tidak bisa memaknai sebuah Takbir keliling. Seakan-akan malam itu bukanlah acara takbir, tp seperti halnya menyambut datangnya tahun baru. Sungguh ironis, di hari yg suci mereka gunakan untuk mengganggu masyarakat umum yg sedang takbir seperti kebut²an dijalanan, knalpot mengeluarkan suara yg sangat bising dan tidak sedikit yg menenggak minuman ajib (air gendheng alias beralkohol).. sungguh sangat di sayangkan, kenapa dan ada apa ini…??? Sungguh aku sangat kasihan pada orang tuanya, tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Bahwa anak adalah amanah yg di titipkan oleh Alloh bagi para orang tua itu.

Mudah²an kita masih di beri kesempatan menikmati lagi bulan Ramadhan dan Idul Fitri di tahun² berikutnya dengan lebih khusyuk dan bermakna.

"...Ya Alloh, sadarkanlah mereka yang belum manyadari arti sebuah Ramadhan dan Idul Fitri,
 serta berikanlah kami kemudahan untuk menyambut pintu maaf-Mu di bulan Ramadhan dan Idul Fitri
 tahun-tahun berikutnya..."

Amin ya rabbal alamiin….🙂

Tagged: , ,

§ 13 Responses to Renungan IdulFitri

  • langitjiwa mengatakan:

    selamat hari raya idul fitri,mohon maaf lahir dan bathin.
    salamku,
    langitjiwa

    _______________________________
    Me : Minal ‘aidin wal faizin juga buat langit jiwa..
    Salam kenal kembali…😉

  • ariefdj™ mengatakan:

    Taqaballahu minna wa minkum, shiamana wa shiamakum..

    Tentang anak2 muda yg ugal2an itu, yeah…namanya aja anak2..mrk blm ngerti aja.. Untuk sementara, do’akan aja mrk dapat ‘petunjuk’.

    _______________________________
    Me : Minal aidin walfaizin juga om arif…
    Memang di sayangkan bila seumuran mereka blm menyadari kelakuan mereka sendiri, tp ya mmg betul kita wajib mengingatkan dan mendoakan mereka…amin🙂

  • h a b i b mengatakan:

    taqobballaahu minnaa wa minkum…
    bener Mas. masih banyak yang gak sempat kumpul sama keluarga. tak apalah, kadang malah menambah kedekatan hati ketika saling jauhan tempatnya. yang penting tetep disayang ama Allah. masih diberi kesempatan ber’iedul fithri dengan cara yang syar’i.

    ____________________________
    Me : iya mas mudah²an dg seperti itu membuat mereka semakin dekat dg Alloh.. Amin..😉

  • adi isa mengatakan:

    met lebaran mas

    _____________________________
    Me : Met lebaran juga mas Adi..

  • arifrahmanlubis mengatakan:

    Bismillahirrahmanirrahim

    Assalamualaikum wr wb

    Selamat hari Raya Idul Fitri 1429 H.

    Mohon maaf atas semua salah, khilaf, tulisan yang menyakitkan hati, menyinggung perasaan, serta bersitan-bersitan hati yang pernah berprasangka.

    Semoga Allah SWT menyempurnakan pahala ibadah kita di bulan Ramadhan tahun ini.

    Semoga Allah SWT selalu mencurahkan hidayahnya, agar kita mampu meningkatkan kualitas ibadah kita pada Nya.

    ______________________________
    Me : W’salam… Amin amin ya rabbal alamin..
    Minal’adin walfaizin juga mas arif…terimakasih sdh berkunjung…😉

  • dikma mengatakan:

    selamat hari raya idul fitri,mohon maaf lahir dan bathin.

    ___________________________
    Me : Maaf lahir batin Dikma…
    Terimakasih kunjungan silaturrahminya…😉

  • Rindu mengatakan:

    Maafkan segala kesalahan saya yah …. kadang suka komen gak jelas🙂

    ______________________________
    Me : Kita memang harus saling memaafkan, jd g perlu ragu utk ttp kasih comment..:mrgreen:
    Komen saya juga sering ngawur di tulisan mbak rindu…😉 jadinya seri dunk… heuheu

  • gajah_pesing mengatakan:

    (Sungguh betapa sulitnya hidup di negeri ini)
    Ya Allah, izinkanlah hambamu ini senantiasa untuk tetap bersyukur akan segala nikmat-Mu…

    _____________________________
    Me : Amin amin ya rabbal Alamin… jgn pernah kita menjadi orang yg mengingkari nikmat-Nya..😉

  • sigitherdianto mengatakan:

    Minal aidin wal faizin, Mohon Maaf Lahir Bathin.

    Saya Juga sedih tidak bisa berlebaran dengan orang tua di Indonesia, tapi ternyata banyak kejadian yang lebih menyedihkan dibanding saya. semoga pak Amad diberikan kelapangan rezeki, sehingga bisa berkumpul dengan keluarga Tahun depan.

    ____________________________
    Me : Minal’aidin walfaidzin juga mas sigit…
    yupzzz..sbetulnya di luar sana masih byk org² yg tidak seberuntung kita..
    btw mas sigit emg tinggal dimana..???:mrgreen:

  • ulan mengatakan:

    minal aidin walfaidzin ya..
    mohon disalahkan semua kesalahan ulan..
    eh.. maksudnya mohon di maafkan..

    ______________________________
    Me : semua di salahkan eh di maafkan atas segala khilaf dan kesalahan mbak ulan..:mrgreen:
    Soalnya sblm minta maaf juga sdh di maafkan..😉

  • radenmasnews mengatakan:

    yupss….bener banget tuchhh…masih banyak orang2 yg tidak bisa berkumpul dengan keluarga nya di saat lebaran, entah karea alasan biaaya, tanggung jawab sama kerjaan dsb….dan bersyukurlah bagi kalian yg masih bisa berlumpul dengan keluarga di saat lebaran ,

    selamat hari raya idul fitri
    mohon maaf lahir dan batin
    semoga di hari yg fitri ini kita termasuk orang2 yg memperoleh kemenangan.amin

    ____________________________
    Me : yupzz..betul mas raadenmas, seharusnya kita mmg slalu mensyukuri atas apa yg sdh kita miliki dan apapun situasinya…🙂
    Amin..minal aidin walfaizin buat mas raden dan keluarga…

  • Rindu mengatakan:

    Mampir aja …

    _____________________________
    Me : ohh..monggo mbak rindu.. sering² singgah saja, ndak perlu sungkan:mrgreen:

  • nanda mengatakan:

    walau pun udah telat 6 hari, mudah2an kata maaf belum habis………walau tangan tak berjabat, izinkan tangan ini bersimpuh untuk mengucapkan MINAL AIDIN WALFAIDZIN, mohon maaf lahir batin ya……semoga hati kita kembali suci di hari yang fitri.

    from_nanda and family🙂 🙂 🙂

    _____________________________
    Me : ndapapa telat juga, yg penting niat dan ketulusannya mbak Nanda..
    Minal’aidin walfaizin juga buat mbak Nanda & keluarga dari saya…😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Renungan IdulFitri at Kutukupret.

meta

%d blogger menyukai ini: