Meninggalnya Penerus Noordin M. Top

Maret 11, 2010 § 9 Komentar

Selasa 09 Maret 2010, Aksi tembak yang dilakukan oleh Densus88 sempat menggegerkan Pamulang Tangerang-Banten. Aksi tembak ini dilakukan Densus88 terkait penemuan gembong teroris kelompok Noordin M. Top di Pamulang. 3 orang tewas ditangan Densus88 dalam aksi ini, 1 diantaranya adalah target buronan Densus88 yaitu Dulmatin sedangkan 2 lainnya adalah orang yang bertugas menjaga Dulmatin yaitu Ridwan dan Hasan.

” Densus88 telah menyergap Pamulang Tangerang-Banten, tepatnya di Gang Asem pada selasa 09 Maret 2010. Target yang di incar Densus88 adalah Dulmatin yaitu gembong teroris paling dicari di Asia Tenggara. 2 orang yang ditembak di Gg. Asem, ditembak saat akan menyerang Densus88 dengan pistol dan seorang lagi ditembak saat akan melarikan diri dengan motor sedangkan Dulmatin ditembak di warnet Multiplus Ruko Puri Pamulang, diperkirakan saat itu Dulmatin sedang melakukan komunikasi dengan kelompoknya”

Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Mansyur alias Joko Pitono disebut-sebut sebagai target lama Densus88, Dulmatin dikenal berada di garis keras di peperangan Fillipina dan Dulmatin juga terkenal sebagai otak Bom Bali I. Tugas Dulmatin adalah merangkai bom, menentukan target, menentukan posisi bom, menentukan apakah bom yang dipakai menggunakan bom bunuh diri atau tidak, dan menentukan jalur pelarian hingga tidak bisa tercium oleh polisi.

Kepulangan Dulmatin ke Indonesia dikaitkan dengan tewasnya 3 bomber Bali yaitu Amrozi cs, dan juga karena desakan dari kelompoknya di Indonesia untuk meneruskan perjuangan mereka (bukan perjuangan umat islam lho). Diketahui Dulmatin telah kembali ke Indonesia sejak 2009 lalu, bahkan Dulmatin telah membentuk kelompok tersembunyi di Aceh dan melakukan latihan perang secara sembunyi-sembunyi. Bahkan Densus88 telah menangkap 20 tersangka :

1. Sapta Adi Robert Bakri alias Ismet Hakiki alias Abu Sidik alias Syailendra alias Abu Mujahid asal Pandeglang. Dia lulusan Mindanau, Filipina, dan terlibat bom Kedubes Australia di Kuningan.

2. Yudi Zulfahri alias Bara asal Perumnas di Darul Imarah, Aceh Besar. Dia perekrut pertama untuk memfasilitasi kelompok ini masuk ke Aceh.

3. Zaki Rahmatullah alias Zainal Mutaqin alias Abu Zaid asal Desa Bungur, Picung, Pandeglang.

4. Maskur Rahmat asal Desa Kuring, Aceh Jaya.
5. Surya alias Abu Semak Belukar asal Aceh.
6. Azzam alias Imanudin asal Aceh.
7. Heru asal Lampung.
8. Muchtar asal Tanah Abang, Jakarta.
9. Agus Wasdianto alias Hasan alias Nasib asal Depok.
10. Deni alias Fariz asal Karawang.
11. Adi Munadi asal Bandung.
12. Laode Hafid alias Adib alias Hafiz alias Abu Hazwh.
13. Sumamen alias Suleh asal Lampung.
14. Adam alias Adi asal Pandeglang, Banten.
15. Sofyan Taushori asal Depok. Dia pernah mendirikan sekolah latihan menembak di Depok beberapa tahun lalu. Dia ikut memasok senjata ke Aceh.
16. Sutrisno asal Jakarta.
17. Tatang asal Jakarta.
18. Abdi asal Jakarta.
19. Iwan Suka Abdullah (tewas).
20. Marzuki alias Tengku (tewas).

“kita tidak pernah tahu apakah perang melawan teroris ini telah selesai atau belum tapi kita bisa ikut membantu mengamankan negara tercinta ini dengan berkerjasama dengan aparat keamanan  setempat dan memperkuat iman serta ilmu agama”

§ 9 Responses to Meninggalnya Penerus Noordin M. Top

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Meninggalnya Penerus Noordin M. Top at Kutukupret.

meta

%d blogger menyukai ini: