11 Bulan untuk 1 Bulan

September 21, 2010 § 6 Komentar

Ini perbincangan yang biasa terjadi antar teman yang mudik dan yang nggak mudik. Mudik adalah rutinitas yang hanya terjadi di Indonesia dan warga negara Indonesia, dalam mudik hampir setengah dari penduduk pulau/propinsi meninggalkan kota tempat mencari rezeki sekaligus tempat tinggalnya untuk kembali ke kampung halaman kelahirannya, misalnya di Jakarta ketika idul fitri hampir tiba kota jakarta berubah jadi kota tanpa penghuni, nggak ada lagi jalanan macet semuanya terlihat lenggang karena hampir setengah dari penduduknya meninggalkan kota Jakarta dan kembali ke kampung halamanya masing-masing dan begitu juga dengan kota lainnya tapi memang gak sebesar perpindahan di Jakarta.

Kalau di liat-liat setiap kali mudik pasti jalanan jadi macet karena jumlah kendaraan yang banyak dalam waktu yang bersamaan, belum lagi sulitnya mendapatkan tiket kendaraan umum, lalu situasi yang berdesak-desakkan ketika di dalam kendaraan umum/mengantri tiket,

ditambah biaya yang mahal untuk melakukan perjalanan, resiko pencurian selama perjalanan juga harus ditanggung. Tapi, itu gak menyurutkan orang-orang untuk tetap mudik. Bagi sebagian orang sekali mudik tetap mudik tetapi sebagian orang lainnya tidak menjadikan mudik keharusan, bagi mereka untuk apa mengorbankan 11 bulan berkerja hanya untuk 1 bulan yaitu idul fitri karena dalam idul fitri tanpa mudik saja sudah mengeluarkan banyak biaya apalagi dengan mudik biaya menjadi sangat membengkak. Tapi buat saya, idul fitri hanya terjadi sebulan sekali jadi apa salahnya bila dalam 11 bulan kita menyisihkan dana untuk 1 bulan yang ditunggu-tunggu walaupun silaturahmi bisa dilakukan kapan saja tapi hanya pada hari raya idul fitri saja seluruh keluarga dapat berkumpul semua dan inilah yang tidak bisa di dapatkan di hari-hari biasa, ya gak sih….alasan utama lainnya, selama masih ada orangtua di kampung halaman alangkah baiknya bila kita bersama-sama merayakan idul fitri

Tapi mudik memang sebaiknya nggak dipaksakan, bila tidak ada dana yang memadai untuk melakukan perjalanan gak perlu memaksakan diri untuk mudik nantinya kita sendiri yang repot ketika harus kembali kerutinitas sehari-hari. Gara-gara memaksakan diri mudik sampai mengeruk habis tabungan, ketika kembali jadi gak memiliki biaya hidup…repot nantinya😀

“Mudik atau tidak yang penting silaturahmi jalan terus, idul fitri atau tidak memaafkan harus setiap saat, minalaidzin walfaidzin mohon maaf lahir dan bathin happy ied 1431H

Tagged: , ,

§ 6 Responses to 11 Bulan untuk 1 Bulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading 11 Bulan untuk 1 Bulan at Kutukupret.

meta

%d blogger menyukai ini: