Tragedi Cikeusik

Februari 8, 2011 § Tinggalkan komentar

Tragedi kerusuhan Ahmadiyah di Cikeusik Pandeglang-Banten, dikecam oleh berbagai pihak lantaran kerusuhan itu menelan korban jiwa dan tidak hanya itu korban tersebut meninggal dengan cara tragis. Kerusuhan tersebut terpicu karena adanya pergerakan dari Ahmadiyah pada tanggal 04 februari 2011 di Cikeusik, pergerakan tersebut dipimpin oleh Ahmadiyah Cikeusik, Ismail Suparman. Kepolisian sebenarnya telah mengetahui ketidaksukaan warga tehadap kegiatan Ahmadiyah ini dan kepolisian telah mengantisipasinya dengan menjemput Ismail Suparman untuk dilindungi. Namun ternyata ada pergerakan massa Ahmadiyah Bekasi yang dipimpin oleh Deden, pergerakan ini tidak terdekteksi oleh kepolisian. Rombongan dari Bekasi tersebut berjumlah 15 orang, dan menempati rumah tempat kegiatan Ahmadiyah yang biasa ditempati oleh Ismail Suparman. Kepolisian mengaku telah berusaha untuk menghindari bentrokan namun beberapa jema’at Ahmadiyah yang bersikukuh berada di tempat/tidak ingin dievakuasi membakar amarah warga.

“Kata mereka (kata beberapa jema’at Ahmadiyah yang bersikukuh tinggal), kalau polisi tidak bisa mengamankan, kita (Ahmadiyah) bisa mengamankan diri sendiri. Insya Allah tidak terjadi masalah,” ujar Kadivhumas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjelaskan.

Suara anggota Ahmadiyah ini ternyata didengar oleh warga sekitar. Akibat pernyataan itu warga merasa tertantang dan emosi warga pun tersulut, sekitar 1500 warga mendatangi rumah tersebut dan kerusuhan tiba-tiba menjadi tidak terkendali. Tidak hanya rumah tetapi jema’at Ahmadiyah menjadi korban pemukulan dan pelemparan batu hingga meninggal dunia. Hingga kini diketahui 3 orang meninggal dunia (Mulyadi, Tarno dan Roni. Mulyadi dan Tarno adalah warga setempat atau tuan rumah, sedangkan Roni adalah jema’at yang datang dari Jakarta) dan 5 orang luka-luka (pada 06/02/2011 16:46 WIB).

 

Sumber : http://www.detiknews.com/read/2011/02/06/164606/1561091/10/ahmadiyah-3-jamaah-tewas-5-luka-luka

http://www.detiknews.com/read/2011/02/06/230054/1561170/10/kapolri-pergerakan-ahmadiyah-mendadak-tidak-kami-ketahui

http://www.detiknews.com/read/2011/02/08/110533/1562343/10/penyebab-penyerangan-anggota-ahmadiyah-di-cikeusik-versi-polisi

 

“Salah siapakah?pertanyaan yang biasa dilontarkan ketika terjadi kerusuhan yang tidak terkendali. Tapi mari kita telaah bersama :

1. Adanya pelanggaran Ahmadiyah atas kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya dengan masih melakukan kegiatannya hingga sekarang, dan Ahmadiyahpun hingga kini masih menganggap adanya Nabi terakhir selain Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi terakhir umat Islam. Pedahal sebelumnya sudah ada solusi untuk jema’at Ahmadiyah ini dengan hadirnya 12 kesepakatan dari SKB tiga menteri (Menag , Mendagri dan Jaksa Agung) dan SKB tiga Menteri ini telah disetujui oleh Ahmadiyah, yang salah satunya adalah menghentikan kegiatan Ahmadiyah di Indonesia.

2. Pemerintah tidak bersikap tegas terhadap kesepakatan yang telah disepakati antara Ahmadiyah dan pemerintah (SKB tiga Menteri) pedahal jelas-jelas Ahmadiyah (yang mengaku bagian agama Islam) masih melakukan kegiatannya dan masih mempercayai adanya Nabi setelah Nabi terakhir umat Islam yaitu Nabi Muhammad SAW. Seharusnya pemerintah dapat membubarkan Ahmadiyah sebagai agama yang tidak diakui di Indonesia

3. Warga bertindak anarkis dengan main hakim sendiri hingga menewaskan 3 jema’at Admadiyah. Atas alasan apapun tidak seharusnya warga main hakim sendiri hingga menimbulkan korban jiwa.

itu pendapat saya, kalau sobat punya pendapat sendiri monggo diutarakan. Piece and Love🙂 “

 

Tagged: , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Tragedi Cikeusik at Kutukupret.

meta

%d blogger menyukai ini: