Mimpi-Mimpi yang Terbuang

Juli 19, 2010 § 11 Komentar

Mimpi saya banyak, dulu waktu kecil saya pengen banget jadi “Jojon” sang pelawak tapi yang ada malah saya kaya orang gila yang cengar-cengir dipinggir jalan, dulu saya juga pengen banget jadi musisi yang bisa keliatan keren dengan nenteng-nenteng gitar kemana-mana tapi boro-boro bisa main gitar baca not balok aja udah kaya orang tuna aksara, dulu saya pengen bisa jadi pria keren yang kemana-mana hobinya diliatin perempuan cantik pedahal jangan-jangan ada biji duren nyelip di gigi, pengen jadi pelukis tapi bedain warna ungu sama warna jingga aja nggak bisa, dulu saya pengen jadi komikus, pengen kerja dimacem-macem tempat terus berakhir di perusahaan desain yang hebat, pengen punya 5 tabungan yang masing-masing buat tabungan anak-tabungan orang tua dan mertua-tabungan sodara yang membutuhkan-tabungan jajan-tabungan hari tua….
Mimpi yang banyak sekali tapi hingga kini mimpi-mimpi itu telah saya tinggalkan, sebenarnya…saya sudah tidak mampu untuk mengejar semua mimpi-mimpi tersebut karena macam-macam faktor…jadi berusaha sedikit realistis dengan dunia saat ini, saya merancang kembali mimpi-mimpi saya dari awal.
Salah satu rancangan hidup saya adalah menjadi besar dengan tangan sendiri (ini memang bukan patokan hidup bahagia), saya tidak punya keyakinan saya bisa melakukanya sendiri tapi saya yakin saya bisa wujudtin bersama dengan keluarga, teman yang mendukung, teman hidup nantinya dan tentu ridhoNYA. Bukan hal yang mudah untuk mewudkan sesuatu yang awalnya tidak kita miliki, tapi tekad…semngat…dan ikhtiar yang benar adalah jalan yang akan saya tempuh. Rizky, kehidupan memang sudah takdir namun kita takkan pernah dapat melihat takdir itu bila kita tidak berusaha. Postingan seorang sahabat mengingatkan saya, bukankah berikhtiar itu adalah jalan yang sangat disukai Allah daripada bersimpuh dan memohon sejadi-jadinya tanpa melakukan apapun.

” impian terakhir saya adalah menjadikan orang lain bangga dengan kehadiran saya…impian terakhir saya adalah melihat senyum orang-orang terkasih…..”

Nikmati Semuanya Dengan Santai

Mei 7, 2010 § 4 Komentar

Ini memang bukan kali pertama keinginan saya mendapat kendala, bukan karna tidak tercapai tapi hanya tertunda (hehehehe…pembelaan) tapi bukankah begitu? tidak tercapai sekarang bukan berarti besok, minggu depan, bulan depan, atau tahun depan tidak terwujud bisa saja tahun ini tidak terwujud karena kita dianggap belum mampu untuk menjalaniNya, bila kemudian terwujud itu berarti memang waktu yang tepat untuk mewujudkannya.

Nikmati semuanya dengan santai, itu yang saya pelajari dari setiap langkah saya dan semua pengalaman sobat-sobat termasuk sobat bloger. Nikmati semuanya dengan santai toh semakin kita memburu maka semakin tidak sanggup kita menghadapi kenyataan bahwa tidak semuanya dapat tercapai sesuai target, nikmati semuanya dengan santai toh waktu tidak akan dapat terulang lagi dan di waktu depan semua ini hanya akan menjadi pengalaman yang berharga untuk menjadi lebih baik.

“Sesungguhnya janin yang ada dalam kandungan ibunya ketika telah melewati umur empat bulan, maka Allah mengutus Malaikat kepadanya yang meniupkan roh dan menulis rizqi, ajal, amal dan apakah dia celaka atau bahagiaā€¯ « Read the rest of this entry »

Where Am I?

You are currently browsing entries tagged with cita-cita at Kutukupret.